1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
PolitikMesir

El-Sissi Menang Pilpres di Mesir untuk Masa Jabatan Ketiga

19 Desember 2023

El-Sissi memperoleh 89,6% suara, kata komite pemilu Mesir, dengan tingkat partisipasi pemilih 66,8%. El-Sissi pertama kali terpilih sebagai presiden tahun 2014 dan menjabat untuk masa jabatan kedua tahun 2018.

https://p.dw.com/p/4aKTy
Abdel Fattah el-Sissi
Abdel Fattah el-SissiFoto: Kamran Jebreili/AP Photo/picture alliance

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi akan menjadi presiden untuk masa jabatan ketiga, kata Otoritas Pemilihan Nasional Mesir hari Senin (18/12). Sissi memperoleh 89,6% suara. Dia mencalonkan diri melawan tiga kandidat lainnya.

Pemimpin Partai Rakyat Republik, Hazem Omar, memperoleh 4,5% suara. Farid Yahran dari Partai Sosial Demokrat Mesir yang beraliran kiri-tengah berada di posisi ketiga, dan Abdel-Sana Yamama dari partai liberal Wafd berada di posisi keempat.

Pemilu presiden diadakan selama tiga hari antara tanggal 10 dan 12 Desember. Pihak berwenang memperkirakan jumlah yang memberikan suara dalam pemilu presiden minggu lalu sekitar 66,8% dari pemilih. Pemilu sebelumnya, yang diadakan tahun 2018, mencatat tingkat partisipasi pemilih sebesar 41%.

Kepala Otoritas Pemilu Nasional Hazem Badawy mengatakan, tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu tahun ini "belum pernah terjadi sebelumnya.”

"Persentase pemungutan suara merupakan yang tertinggi dalam sejarah Mesir,” ujarnya.

Presiden Abdel Fattah el-Sissi memberikan suara di Kairo, 10 Desember 2023
Presiden Abdel Fattah el-Sissi memberikan suara di Kairo, 10 Desember 2023Foto: Egyptian Presidency Media Office via AP/picture alliance

El-Sissi berkuasa sejak 2014

Mantan pemimpin militer Abdel Fattah el-Sissi pertama kali terpilih sebagai presiden pada tahun 2014, setelah sebelumnya menggulingkan pemerintahan presiden terpilih Mohammed Morsi dan melarang partai politiknya, Ikhwanul Muslimin. Dalam pemilu tahun 2018, el-Sissi menurut keterangan resmi memperoleh 97% suara.

Konstitusi Mesir membatasi presiden untuk menjabat lebih dari tiga masa jabatan. Durasi masa jabatannya disesuaikan dari empat tahun menjadi enam tahun berdasarkan amandemen konstitusi tahun 2019, yang berarti el-Sissi kemungkinan akan memerintah hingga tahun 2030.

Kemenangan presiden petahana secara luas sudah diperkirakan sebelumnya, karena ketiga pesaingnya adalah tokoh politik marginal. Penantang El-Sissi yang paling menonjol, Ahmed Tantawy, mengadakan kampanyenya pada bulan Oktober, mengatakan bahwa para pejabat dan kelompok tukang pukul menargetkan para pendukungnya. Namun Otoritas Pemilu Nasional menepis tuduhan tersebut.

Dalam kampanyenya, Abdel Fattah el-Sissi berjanji untuk mengatasi krisis perekonomian. Pemerintahannya memulai program reformasi dan penghematan yang didukung Dana Moneter Internasional IMF pada 2016, namun langkah-langkah penghematan menyebabkan kenaikan harga yang tajam. hp/yf (ap, rtr., dpa)

 

Jangan lewatkan konten-konten eksklusif yang akan kami pilih setiap Rabu untuk kamu. Kirimkan e-mail kamu untuk berlangganan Newsletter mingguan Wednesday Bite.