1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Ayo Bangun, Rosetta!

Fabian Schmidt20 Januari 2014

Senin (20/01/14), sebuah alarm akan berbunyi di luar angkasa untuk membangunkan pesawat Rosetta dari hibernasi. Kalau semua berjalan lancar, pesawat nirawak itu akan mendarat di sebuah komet bulan November.

https://p.dw.com/p/1AscV
Foto: ESA–C. Carreau/ATG medialab

Selama lebih dari 3 tahun, pesawat luar angkasa milik Badan Antariksa Eropa (ESA) bernama Rosetta tidur panjang. Seluruh sistemnya dimatikan 31 bulan lalu, saat pesawat bepergian terlalu jauh dari matahari sehingga sel-sel suryanya tidak dapat lagi mengisi baterai.

Namun setelah 957 hari beristirahat, Rosetta akan kembali ke lintasan di mana ada sinar matahari - dan cukup dekat dengan bumi untuk mengirimkan sinyal.

Begitu alarm berbunyi pukul 10:00 pagi waktu Greenwich, Rosetta butuh waktu untuk benar-benar terbangun dan kembali berfungsi penuh - layaknya manusia.

Selamat pagi!

Rosetta akan menyalakan komputernya untuk melihat apakah mata dan pengindranya masih bekerja, dan semua organnya berfungsi dengan baik. Kemudian pesawat itu akan meregangkan tangan-tangannya - dalam hal ini panel-panel surya - dan memanaskan diri di tengah dinginnya luar angkasa dengan menangkap sinar matahari. Dan kemudian harus menyimpan banyak energi untuk memenuhi tugas-tugas mendatang.

Rosetta akan mengisi ulang suplai energinya dengan panel surya raksasa, ditunjukkan dalam gambar saat fase pengetesan
Rosetta akan mengisi ulang suplai energinya dengan panel surya raksasa, ditunjukkan dalam gambar saat fase pengetesanFoto: ESA–A. Van der Geest

Apabila semua berjalan lancar, Rosetta akan mengirim sinyal radio singkat ke bumi untuk melaporkan status. Namun karena pesawat ini letaknya lebih dari 807 juta km dari bumi, pesannya tidak akan sampai ke markas ESA di Darmstadt, Jerman, hingga sekitar pukul 17:30.

Sudah 20 tahun semenjak ESA memutuskan untuk membuat Rosetta - pada 2 Maret tahun ini - maka akan genap 10 tahun usianya, sejak roket Ariane 5G+ mengirim Rosetta menuju matahari. Rosetta akan mencapai targetnya bulan November nanti, setelah bepergian 4,4 miliar km. Akhir tahun ini para peneliti berharap Rosetta dapat mengirimkan roket penyelidik Philae ke inti komet 67P/Churyumov-Gerasimenko.

Jangan terpeleset es

Philae akan berperan sebagai laboratorium mini pada komet
Philae akan berperan sebagai laboratorium mini pada kometFoto: ESA–J. Huart, 2013

Daya tarik gravitasi komet tidak akan cukup untuk membiarkan Philae seberat 100 kg, yang dikembangkan oleh Pusat Penerbangan dan Antariksa Jerman (DLR), untuk mendarat sendiri. Dua harpun akan membantu roket menarik diri ke komet, di mana sekrup pada ketiga kakinya akan terbenam ke dalam es pada permukaan komet. Ini akan sangat sulit dilakukan, mengingat pendaratan semacam ini belum pernah dicoba sebelumnya.

Diameter komet itu sendiri antara 3-5 km - tidak cukup besar untuk mempunyai daya tarik gravitasi yang efektif. Permukaan komet kemungkinan besar terdiri dari butiran es atau salju, dan mungkin memiliki permukaan yang amat keras, meski para ilmuwan tidak terlalu yakin.

Mencari kehidupan

Kalau Philae mendarat dengan sukses, rahasia mengenai asal usul tata surya mungkin dapat terungkap. Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko datang dari sabuk Kuiper, wilayah terjauh dalam tata surya melampaui Neptunus.

Para periset belum pernah mengetahui susunan komet semacam ini. Philae akan menganalisa sampel beragam zat kimia - para ilmuwan terutama tertarik dalam menemukan senyawa organik seperti asam amino, dan susunan atom.

Ini dapat memberi petunjuk bagi mereka mengenai asal usul kehidupan - karena komet adalah kulkas alam semesta, dan diduga menyimpan informasi terkait asal usul tata surya sekitar 4,6 miliar tahun lalu.

Bor Philae memungkinkan pengambilan sampel dari komet dan mengetes keberadaan asam amino
Bor Philae memungkinkan pengambilan sampel dari komet dan mengetes keberadaan asam aminoFoto: ESA/AOES Medialab

Dan apabila manuver pendaratan gagal, misinya tidak akan sia-sia, karena Rosetta telah mengirim gambar-gambar dan data kembali ke bumi dari banyak pertemuannya dengan komet 67P/Churyumov-Gerasimenko ketika lima kali mengitari matahari. Tahun 2007 Rosetta mendekati Mars, setahun kemudian merapat ke asteroid Steins, dan tahun 2010 orbitnya membawa Rosetta dekat dengan asteroid Lutetia.