1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

"Rosetta" Bangun dari Tidur Panjang

21 Januari 2014

Pesawat luar angkasa Rosetta selama 957 hari terbang dalam modus "standby". Kini Rosetta "dibangunkan" kembali. Proses ini dianggap sebagai tonggak bersejarah oleh para peneliti ESA.

https://p.dw.com/p/1AuE6
Foto: picture-alliance/dpa

Sorakan terdengar di ruang pusat pengendalian ESA di Darmstadt, Jerman. Senin (20/01/14), tepat pukul 19.18 waktu Jerman sinyal pertama dari "Rosetta" diterima.

Pesawat antariksa ini butuh waktu lebih lama untuk bisa terbangun dari masa tidur yang panjang. Hampir satu jam lebih lama dari yang diperkirakan para ilmuwan.

Tanpa Masalah

Sejak pukul 11 siang waktu Eropa Tengah, alat instrumen di pesawat dinyalakan secara otomatis. Delapan jam kemudian pekerja ESA menyebutnya sebagai peristiwa bersejarah. Aksi membangunkan "Rosetta" berjalan dengan sukses.

Pesawat ini berada di luar angkasa sejak 2004. Lokasinya kini lebih dari 800 juta kilometer dari bumi. Pertengahan tahun ini, "Rosetta" diharapkan bisa mengirimkan roket penyelidik "Philae" ke inti komet 67P/Churyumov-Gerasimenko. Jika semua berjalan sesuai rencana, "Philae" akan mulai bekerja bulan November.

Philae akan menganalisa sampel beragam zat kimia - para ilmuwan terutama tertarik dalam menemukan senyawa organik seperti asam amino, dan susunan atom.

"Philae" juga harus dibangunkan perlahan

Ini dapat memberi petunjuk bagi mereka mengenai asal usul kehidupan - karena komet adalah kulkas alam semesta, dan diduga menyimpan informasi terkait asal usul tata surya sekitar 4,6 miliar tahun lalu.

Bagi ilmuwan di Darmstadt, tanggal penting berikutnya adalah 28 Maret. Hari itu roket penyelidik "Philae" akan mulai mengikuti "Rosetta" dan dengan demikian harus dibangunkan dari masa tidur yang juga panjang. Misi ini rencananya akan berakhir tahun 2015. Kelak "Rosetta" sudah menempuh jarak sejauh 7 milyar kilometer di ruang angkasa.

vlz/yf (afp/dpa)