1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Nigeria Temukan Lokasi Penyanderaan

27 Mei 2014

Militer Nigera berhasil menemukan lokasi 200 remaja putri yang disandera oleh kelompok ekstremis Islam, Boko Haram. Namun pemerintah mengkhawatirkan keselamatan korban jika menggelar operasi militer.

https://p.dw.com/p/1C7S8
Nigeria Protest Boko Haram Entführung 26.5.2014
Foto: picture-alliance/AP Photo

Militer mengaku berhasil menguak lokasi lebih dari 200 remaja putri yang disandera. "Kabar baiknya buat para sandera adalah kami mengetahui di mana mereka berada," kata Kepala Staf Angkatan Udara, Marshal Alex Badeh, Senin (27/5) malam di Abuja.

Namun begitu militer belum bisa memobocorkan lokasi yang dimaksud. Upaya pencarian masih dikategorikan sebagai "rahasia." Militer Nigeria belum berencana menggelar operasi bersenjata untuk membebaskan para remaja putri yang disandera.

Bahaya terbesar adalah kehadiran pasukan pemerintah bisa mengancam nyawa sandera, kata Badeh kepada harian Vanguard. "Kami tidak bisa begitu saja pergi dan membahayakan nyawa putri-putri kami dengan misi membebaskan mereka," ujarnya.

Negosiasi Tertahan oleh Presiden Jonathan

Badeh juga menyempatkan berbicara di hadapan ribuan demonstran yang berkumpul di depan Kementrian Pertahanan di Abuja. "Kami ingin putri-putri kami kembali. Saya katakan, kami bisa melakukannya. Militer bisa melakukannya. Tapi apa yang akan terjadi jika kita mengangkat senjata?" tanyanya kepada demonstran yang disambut dengan teriakan,"mereka akan mati!"

Perkembangan tersebut menyisakan negosiasi pembebasan sebagai satu-satunya cara yang bisa ditempuh. Sekelompok aktivis kemanusiaan mengklaim, negosiasi sedianya telah berakhir pekan lalu dan kedua pihak sepakat untuk menukar sandera.

Namun kesepakatan tersebut ditolak oleh Presiden Goodluck Jonathan di menit-menit terakhir.

AS Belum Konfirmasi Temuan Militer Nigeria

Seorang aktivis yang mengaku dekat dengan mediator antara Boko Haram dan pemerintah bahkan mengklaim remaja putri yang diculik sedianya sudah bisa dibebaskan, Senin, pekan lalu. Kepada seorang pejabat Inggris, Presiden Jonathan bersikeras ia tidak bersedia melakukan pertukaran sandera.

Militer dan pemerintah Nigeria memicu kemarahan dunia internasional lantaran gagal membebaskan remaja putri dari tangan Boko Haram setelah diculik dari sebuah sekolah di kawasan timur laut, enam pekan silam.

Presiden Jonathan pun terpaksa menerima bantuan internasional. Militer Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Israel dan beberapa negara lain ditugaskan ke Nigeria untuk membantu militer mencari lokasi sandera.

Sementara itu, Departemen Pertahanan AS mengatakan, pihaknya belum bisa mengkonfirmasi klaim militer Nigeria soal lokasi para remaja putri. "Kami tidak bisa membeberkan detailnya. Biarkan kami bekerja sendiri. Kami akan memulangkan para gadis itu," kata Badeh.

rzn/yf (ap,dpa)